, ,

Ekspansi Fasilitas Produksi Indofarma Siapkan Rp 135 Miliar

Perusahaan farmasi milik negara PT Indofarma Tbk menyiapkan dana investasi Rp 135 miliar untuk ekspansi fasilitas produksi tahun depan. Menurut direksi perusahaan, dana investasi tersebut akan diperoleh dari hasil penerbitan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) sebesar Rp 160 miliar pada Desember 2014 lalu.

Perusahaan farmasi milik negara PT Indofarma Tbk menyiapkan dana investasi Rp 135 miliar untuk ekspansi fasilitas produksi tahun depan. Menurut direksi perusahaan, dana investasi tersebut akan diperoleh dari hasil penerbitan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) sebesar Rp 160 miliar pada Desember 2014 lalu.

"Sebanyak Rp 95 miliar untuk pembangunan fasilitas FDC-TB, fasilitas betalaktam, fasilitas sterilisasi, fasilitas pilot plan, dan fasilitas gudang. Sisanya Rp 40 miliar untuk pembelian mesin dan alat," ujar Arief Budiman, Direktur Utama Indofarma.


Menurut dia, dana investasi akan berasal dari penerbitan MTN sebesar Rp 160 miliar yang cair pada 10 Desember 2014. "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah setuju dengan MTN ini, perolehan MTN ini untuk dana investasi yang akan dikerjakan perseroan di tahun depan," tegasnya.

Arief menjelaskan ekspansi tersebut dilakukan untuk mendorong kinerja keuangan ke depan. Pada tahun 2015, perseroan menargetkan laba bersih di atas Rp 40 miliar, naik signifikan dibanding proyeksi tahun ini. 


Indofarma memproyeksikan laba bersih hingga akhir tahun 2014 sebesar Rp 4 miliar, ditopang penjualan sebesar Rp 1,43 triliun. Per Oktober 2014, perseroan menurunkan rugi bersih menjadi Rp 29 miliar dari rugi bersih tahun lalu Rp 54,23 miliar.

Tahun 2015, lanjut dia, Indofarma juga menargetkan merampungkan penjualan saham anak usaha, PT Indofarma Global Medika (IGM), kepada investor asal Malaysia dengan nilai sekitar Rp 200 miliar. Sebelumnya, calon pembeli saham IGM berjumlah dua investor dari Malaysia dan Korea. Namun, seiring berjalannya waktu, investor asal Korea mundur dari proses penawaran. "Kami akan melepas 20% saham anak usaha, nilainya US$ 20 juta atau sekitar Rp 200 miliar," kata Arief.

Namun, mengenai waktu eksekusi penjualan saham anak usaha, Arief enggan mengungkapkan karena masih dalam proses. "Kami sudah menandatangani non disclosure agreement dengan PT Mandiri Sekuritas, nanti dia yang mencari pembeli," ucapnya.

Arief juga menambahkan, investor asing tersebut juga akan membawa produk farmasi dan alat kesehatan yang rencananya didistribusikan melalui IGM ke seluruh Indonesia. Rencananya calon investor tersebut masuk ke anak usaha perseroan melalui skema private placement. Dengan aksi korporasi ini, perseroan mengharapkan dapat mengembangkan anak perusahaan untuk menjadi distributor farmasi dan alat kesehatan yang terkemuka
.(*)

Top Ad 728x90