Fakta: Jalan Panjang Vaksin Dengue

Jalan Panjang Vaksin Dengue
Infeksi virus dengue tercatat sudah ada di Indonesia sejak abad ke-18. Ketika itu, penyakit ini disebut demam lima hari (vijfdaagse koorts) karena demam korban akan hilang dalam lima hari ataupun demam sendi (knokkel koorts) karena demam muncul disertai nyeri sendi, otot, dan kepala. Pada masa itu, infeksi dengue hanya penyakit ringan yang tak mematikan.

Sejak 1952, infeksi virus dengue dengan manifestasi klinis berat yang disebut demam berdarah dengue (DBD) ditemukan di Manila, Filipina. Dalam waktu singkat, DBD menyebar ke sejumlah negara, mulai dari India hingga kawasan Indochina. Pada 1968, kematian tinggi akibat DBD ditemukan di Surabaya, Jawa Timur, dan Jakarta.

Indonesia: Masih Ada Kusta Diantara Kita

Indonesia: Masih Ada Kusta Diantara Kita
Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek prihatin dengan penderita kusta di Indonesia yang menjadi tunawisma, karena masih banyak stigma dan diskriminasi dari masyarakat.

Dalam hal ini Menkes Nila tidak ingin masalah sosial-ekonomi ini menjadi berkepanjangan. Ia ingin memberdayakan para penderita kusta agar semakin menjadi manusia produktif.

Menteri Kesehatan Indonesia Yang Paling Fenomenal

Menteri Kesehatan Indonesia Yang Paling Fenomenal
Sepanjang satu dekade 2004 - 2014 Kementerian Kesehatan RI telah memunculkan Menteri-menteri perempuan yang dianggap paling fenomenal. Ada menteri yang dikenal karena prestasi, ada pula yang dikenal karena korupsi.

Dalam jajaran Kementerian Kesehatan, beberapa menteri justru dikenal karena kontroversi. Berikut tiga menteri kesehatan yang pernah menjadi fenomena, seperti dirangkum oleh CNN Indonesia pada 2014 lalu;

Virus-Virus Paling Berbahaya Yang Mengancam Manusia

Virus Paling Berbahaya Yang Mengancam Manusia
Beberapa tahun terakhir, dunia dihebohkan dengan serangan berbagai virus yang berbahaya. Masih segar dalam ingatan kita wabah SARS, H5N1 yang menyerang dibeberapa negara dan menyebabkan banyak kematian. Bahkan untuk menekan serangan HIV/AIDS, masyarakat dunia membuat 1 Desember menjadi Hari HIV/AIDS sedunia. Sementara Ebola, baru-baru ini juga menyita perhatian dunia.

Namun, ancaman virus berbahaya tidak akan berhenti pada beberapa jenis virus tersebut diatas. Terdapat 9 virus berbahaya lainnya yang menjadi ancaman bagi manusia. 


Silakan klik gambar berikut untuk masing-masing ulasannya;

Ebola Virus

Sejak mewabah kembali di Afrika mulai Maret 2014 lalu, virus Ebola terus menjadi berita. Telah memakan paling tidak 1800 korban jiwa, virus ini tak hanya menjangkiti penduduk lokal, namun juga orang asing — termasuk dua warga negara Amerika.

Salah satu kasus yang cukup mendapat perhatian adalah kematian Dr. Sheik Umar Khan, dokter ahli yang memimpin perawatan khusus pasien Ebola di Liberia. Tanggal 29 Juli 2014, Dr. Khan menutup mata di usia 39 tahun, satu minggu setelah didiagnosis terjangkit virus ganas itu.

Virus Marburg

Virus MarbungNama Marburg diambil dari nama sebuah kota kecil dan indah di dekat Sungai Lahn, Jerman. Tapi, pilihan nama tersebut sama sekali tidak menggambarkan betapa ganasnya virus ini. Marburg, ternyata adalah virus yang paling berbahaya di dunia.

Marburg Virus Disease (MVD) pertama kali terindentifikasi di Marburg setelah seorang petugas laboratorium diserang kera asal Uganda. Virus Marburg dan virus Ebola memiliki famili yang sama, yaitu Filoviridae. Gejalanya adalah kejang-kejang dan pendarahan pada selaput lendir, kulit, serta organ tubuh manusia. Angka kematian kasus ini sangat bervariasi, mulai dari 25% di tahun 1967 hingga lebih dari 80% di Kongo tahun 1998-
2000 dan di Angola tahun 2005.

Hanta Virus

HantavirusNama ini diambil dari nama sungai dimana tentara Amerika pertama kali diduga terinfeksi selama Perang Korea tahun 1950. Gejalanya meliputi penyakit paru-paru, demam, dan gagal ginjal. Sementara, proses infeksi terjadi melalui kontak langsung dengan kotoran, air liur, atau air seni tikus yang terinfeksi hantavirus.

Tidak ada pengobatan atau vaksin khusus untuk melawan virus ini. Jika Hantavirus bisa didiagnosa dengan lebih cepat, maka perawatan intensif akan sangat berguna bagi pasien. Biasanya, pasien yang terjangkit virus ini akan diintubasi (penempatan tabung plastik di trakhea untuk membantu pernafasan) dan diberikan terapi oksigen. Hal ini dilakukan lantaran pasien dengan Hantavirus biasanya akan menderita stres karena kesulitan bernafas.

Nah, jika gejala-gejala awal penyakit ini diabaikan dan tidak segera mendapat penanganan, sesak napas yang diderita pasien bisa sangat parah sehingga nyawa tidak bisa diselamatkan lagi.


---------------------------------------

Virus-Virus Paling Berbahaya Yang Mengancam Manusia
1)  Virus Marburg
2)  Virus Hanta
3)  Virus H5N1
4)  Virus Lassa
5)  Virus Junin
6)  Virus Crimea
7)  Virus Machupo
8)  Virus Kyasanur Forest Virus (KVF)
9)  Virus Dengue
10) Virus Ebola

---------------------------------------

Artikel ini diterjemahkan dengan perubahan dari laman Deutsche Welle. Artikel asilinya bisa dilihat disini atau disini.

H5N1 Virus

H5N1 Virus - Bird FluVirus flu burung atau H5N1 adalah penyakit pernafasan yang menyerang unggas. Meskipun mudah menular pada unggas, penyakit ini sulit menular antara manusia ke manusia. Seseorang bisa tertular ketika dia melakukan kontak langsung dengan unggas.

Hal inilah yang menjawab pertanyaan mengapa kasus flu burung banyak terjadi di Asia: banyak orang Asia yang terbiasa memelihara dan berinteraksi langsung dengan burung, ayam, atau unggas lainnya.

Lassa Virus

Lassa VirusOrang pertama yang terinfeksi virus Lassa adalah seorang perawat di Nigeria. Virus ini ditularkan oleh tikus dan sifatnya endemik – virus terjadi di satu wilayah tertentu dan dapat terulang kembali di tempat yang sama, dan dalam kasus ini, Afrika Barat.

Para ilmuwan berpendapat bahwa 15% hewan pengerat di Afrika Barat membawa virus ini.


Ribavirin adalah obat yang paling baik bagi penderita demam Lassa. Jika Ribavirin diberikan pada 6 hari pertama, pasien punya kemungkinan hidup 10 kali lipat lebih besar. Selain itu, digunakan pula terapi oksigen dan opium untuk mendukung pengobatan dengan Ribavirin.

Virus Lassa sampai saat ini juga belum bisa ditanggulangi dengan vaksin. Pencegahan masih dilakukan dengan pemberantasan  tikus Multimammate dari jenis Mastomys yang menyebarkan virus ini.

---------------------------------------

Virus-Virus Paling Berbahaya Yang Mengancam Manusia
1)  Virus Marburg
2)  Virus Hanta
3)  Virus H5N1
4)  Virus Lassa
5)  Virus Junin
6)  Virus Crimea
7)  Virus Machupo
8)  Virus Kyasanur Forest Virus (KVF)
9)  Virus Dengue
10) Virus Ebola

---------------------------------------

Artikel ini diterjemahkan dengan perubahan dari laman Deutsche Welle. Artikel asilinya bisa dilihat disini atau disini.


Virus Junin

Virus JuninVirus Junin, yang menyebabkan penyakit Argentine Hemorrhagic Fever (AHF), ditemukan pada tahun 1958. Pada kasus ini, penderita akan menderita peradangan di seluruh tubuh dan pendarahan di kulit.

Pada tahap awal infeksi, akan sangat sulit mengidentifikasi bahwa seseorang terserang virus Junin. Angka kematian penderita yang disebabkan virus ini mencapai 30%.

Virus Crimea

Virus CrimeaVirus Crimea terindentifikasi pertama kali pada 1944 di Crimea, wilayah Ukraina yang baru-baru ini memilih bergabung dengan Rusia. Namun, pada tahun 1969 virus ini kembali ditemukan di Kongo sehingga diperoleh nama Crimean-Congo Hemorrhagic Fever (CCHF).

Virus yang satu ini ditularkan oleh kutu dan peradangannya mirip dengan Marburg dan Ebola. Pada hari-hari pertama infeksi, penderita akan memiliki tanda berdarah di bagian wajah, mulut dan faring. Baik bagi hewan maupun manusia, belum ada vaksin untuk virus ini. Pasien penderita virus Crimea akan diberikan penanganan intensif yang meliputi transfusi darah, pemberian antibiotik, hingga suntikan pada pembuluh darah atau intravena.


Virus Machupo

Virus Machupo Termasuk dalam Arenaviridae family, virus ini menyebabkan Bolivian Hemorrhagic Fever (BHF) atau Tipus Hitam. Pertama kali diidentifikasi pada 1959 oleh National Institutes of Health yang dipimpin Karl Johnson. Infeksi virus ini menyebabkan demam tinggi dan pendarahan berat.

Hampir mirip dengan virus Junin, virus Machupo juga dibawa hewan pengerat dan bisa ditularkan dari manusia ke manusia.

Kyasanur Forest Virus (KVF)

Kyasanur Forest Virus
Virus ini menyebar di hutan di pantai barat daya India tahun 1955. Virus ini ditularkan oleh kutu dan ilmuwan mengatakan sulit untuk mengidentifikasi perantara virus lainnya.

Diasumsikan bahwa tikus, burung, dan babi bisa menjadi ‘rumah’ bagi virus untuk berkembang biak. Orang yang menderita virus ini akan menderita demam tinggi, sakit kepala,dan nyeri otot yang mengakibatkan pendarahan.


Pasien yang terjangkit virus ini akan mendapat penanganan berupa terapi suportif, pemberian analgesik dan antipiretik. Sementara, cairan infus diberikan pada pasien yang mengalami hipotensi atau tekanan darah rendah.

Menurut data Public Health Agency of Canada, vaksin formalin KFDV yang dibuat dari embrio ayam telah dilisensi dan terbukti efektif digunakan di Katarnaka, India.


---------------------------------------

Virus-Virus Paling Berbahaya Yang Mengancam Manusia
1)  Virus Marburg
2)  Virus Hanta
3)  Virus H5N1
4)  Virus Lassa
5)  Virus Junin
6)  Virus Crimea
7)  Virus Machupo
8)  Virus Kyasanur Forest Virus (KVF)
9)  Virus Dengue
10) Virus Ebola

---------------------------------------

Artikel ini diterjemahkan dengan perubahan dari laman Deutsche Welle. Artikel asilinya bisa dilihat disini atau disini.

Virus Dengue (Demam Berdarah Dengue)

Virus Dengue (Demam Berdarah Dengue)Virus Dengue adalah yang menyebabkan penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) dan ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Setiap tahunnya, ada lebih dari 400 juta orang di daerah tropis dan subtropis terinfeksi virus ini, termasuk Indonesia salah satunya.

Tidak ada cara pengobatan khusus untuk penyakit ini. Yang pasti, pasien harus segera mendapat penanganan medis yang intensif termasuk kontrol jumlah cairan tubuh yang  jadi sangat penting.
.
Belum ada vaksin yang dapat mencegah infeksi virus ini. Cara yang paling efektif untuk pencegahan adalah menghindari gigitan nyamuk.


Simak juga : Jalan Panjang Vaksin Dengue 


Fakta keberadaan virus-virus di atas jelas mengancam umat manusia. Namun, tidak perlu merasa takut atau panik secara berlebihan. Pasalnya, ilmu dan teknologi kedokteran akan terus berkembang dari masa ke masa. Bukan tidak mungkin, akan ditemukan vaksin-vaksin baru yang efektif menangkis bahaya virus-virus di atas.

---------------------------------------

Virus-Virus Paling Berbahaya Yang Mengancam Manusia
1)  Virus Marburg
2)  Virus Hanta
3)  Virus H5N1
4)  Virus Lassa
5)  Virus Junin
6)  Virus Crimea
7)  Virus Machupo
8)  Virus Kyasanur Forest Virus (KVF)
9)  Virus Dengue
10) Virus Ebola

---------------------------------------

Artikel ini diterjemahkan dengan perubahan dari laman Deutsche Welle. Artikel asilinya bisa dilihat disini atau disini.

Menteri Kesehatan Yang Sempat Tertunda

Menteri Kesehatan Yang Pernah Tertunda
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata (Perdami) Pusat Nila F. Moeloek akhirnya diumumkan sebagai Menteri Kesehatan. Dunia kesehatan merupakan bidang yang digeluti Nila sejak belajar kedokteran di Universitas Indonesia tahun 1968.

Untuk mendalami ilmu dan pengetahuannya, Nila meneruskan studi kekhususan bidang oftalmologi (ilmu penyakit mata) dan lulus tahun 1974. Perempuan berdarah Minang kelahiran 11 April 1949 itu kini menjadi guru besar dan mengajar di FKUI.

Nafsiah Mboi (2012 - 2014)

Menteri Kesehatan Paling Fenomenal
Menurut data Kementerian Kesehatan, alumni jurusan spesialisasi anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia adalah Menteri Kesehatan dengan umur tertua yang pernah menjabat, yaitu 71 tahun.

Nafsiah sendiri sudah berkali-kali menjadi kandidat Menteri Kesehatan, namun baru di saat usianya senja kesempatan itu datang. Tanggal 13 Juni 2012, Nafsiah diangkat menjadi Menteri Kesehatan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Endang R Sedyaningsih (2009 - 2012)

Endang R Sedyaningsih (2009 - 2012)
Para Menteri Kesehatan yang Paling Fenomenal
Pada Oktober 2009, Endang Rahayu Sedyaningsih diangkat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan bergabung dengan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid Dua.

Penunjukan menteri kelahiran Jakarta, 1 Februari 1955, oleh Presiden SBY itu cukup mengejutkan karena diumumkan di saat-saat terakhir.

Endang menyisihkan Nila Djuwita Anfasa Moeloek yang sebelumnya sempat menjalani pemeriksaan kesehatan di RSPAD Jakarta bersama dengan para kandidat menteri yang lain. Di Kabinet Kerja Jokowi, Nila akhirnya dipilih menjadi Menteri Kesehatan.

Siti Fadilah Supari (2004 - 2009)

Siti Fadilah Supari (2004 - 2009)
Para Menteri Kesehatan Paling Fenomenal
Sebelum menjabat sebagai Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari (64), bekerja sebagai staf pengajar kardiologi di Universitas Indonesia. Selama 25 tahun berikutnya ia menjadi ahli jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita.

Siti Fadilah kemudian dilantik menjadi Menteri Kesehatan oleh Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, pada 20 Oktober 2004.

Buku karyanya, Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung konspirasi Amerika Serikat dan organisasi WHO dalam mengembangkan senjata biologis dengan menggunakan virus flu burung (2007), menuai protes dari petinggi WHO dan Amerika Serikat.

Tentang Buvanest Spinal 0,5 persen Heavy

Buvanest Spinal 0,5 persen Heavy
Berdasarkan informasi di laman resmi pusat perhimpunan dokter spesialis saraf Indonesia (Perdossi) yang dikutip Selasa, 17 Februari 2015 disebutkan Buvanest merupakan larutan isotonik, isobarik, steril yang mengandung bupivacaine HCl untuk anestesia lokal dan diberikan secara parenteral dengan injeksi.

Komposisi obat ini terdiri dari tiap ampul Buvanest 0,5 persen mengandung Bupivacaine HCl 5 mg/ml.

Yang perlu diperhatikan dalam pemberian obat ini:

Yang Perlu Diketahui dari Anestesi

Yang Perlu Diketahui dari Anestesi
Farmakodinamik
Anestetik lokal menghambat pembentukan dan penjalaran impuls saraf dengan meningkatkan ambang eksitasi elektrik dalam saraf, memperlambat penyebaran impuls saraf, dan mengurangi kecepatan bangkitan aksi potensial. Secara umum, terjadinya anestesia dikaitkan dengan diameter, mielinisasi, dan kecepatan konduksi serat saraf yang dipengaruhi.

Top Ad 728x90